Loading...

Kisah Pilu Nenek Buta Jualan Roti Sering Dibayar Pakai Uang Palsu, Dagangan Dicuri, Teganya!

Loading...
Loading...

Kisah seorang wanita bernama Nid viral setelah diunggah di halaman Facebook komunitas pecinta kuliner bernama ‘I Am Eat’.

Nid merupakan wanita asal Thailand yang telah berusia 71 tahun. Ia hidup sebatang kara tanpa anak atau keluarga yang menjaganya di usia senja.

Nid terpisah dari semua saudaranya ketika sang ibu meninggal dunia. Namun tragedi yang ia alami tak membuat Nid menyerah pada keadaan. Demi bisa menyambung hidup, Nid rela tetap bekerja meski usianya tak lagi muda.

Sehari-hari, Nid menjual roti sobek di sebuah kawasan di Bangkok, Thailand.

Nid mengambil roti dagangannya dari sebuah toko roti terkenal yang berada di Distrik Bang Phu.

Ia lalu membawa roti-roti itu ke lapak miliknya sendiri dan mulai berdagang sejak pukul 7 pagi. Tempat berjualan Nid hanyalah berupa dua buah meja yang ditata dalam satu baris.

Roti-roti dagangan Nid lalu ditata di atas kedua meja tersebut. Saat rata-rata orang masih terlelap tiodur, Nid telah siap mencari rezeki. Ia menjual rotinya dengan harga 50 Bath (Rp. 20 ribuan) tiap potong. Dari harga tersebut, Nid mendapat keuntungan sebesar 5 Bath (2 ribuan). Dagangan Nid biasanya akan habis pada pukul 2 siang sampai 4 sore harinya.

Namun meski Nid sudah mengambil keuntungan yang tak seberapa, masih saja ada orang yang begitu tega padanya. Tak jarang para pembeli yang tidak punya perasaan menipu Nid. Mereka memanfaatkan kondisi fisik Nid yang memang kurang sempurna. Ya, kedua mata Nid memang buta hingga ia tak bisa melihat.

Mengetahui hal ini, beberapa pembeli justru dengan sengaja membayar dengan jumlah yang tak semestinya. Bahkan ada beberapa yang memberi Nid uang palsu, atau mengambil roti tanpa membayar. Meski begitu, Nid tak pernah mengeluh. Para pelanggannya menyebut Nid adalah penjual yang murah senyum.

Meski kondisinya serba terbatas, Nid tak pernah lupa menyunggingkan senyum di wajahnya. Cerita tentang Nid ini lantas viral di media sosial. Hingga artikel ini dimuat, postingan soal Nid sudah dibagikan 6 ribu kali.

Ratusan komentar juga menanggapi unggahan itu. Banyak netizen yang memberikan dukungannya untuk Nid.

“Aku melihatmu, tapi aku akan menangis. bibi saya berjuang begitu banyak. Aku mendukungmu.”

“Saya berharap anda menjadi penjual yang baik. Saya berharap anda memiliki banyak dukungan. Penjualan yang bagus setiap hari.”

“Aku akan menghibur kamu. Jika ada kesempatan, saya akan pergi untuk mendukung anda.”

“Saya berharap bibi saya menjual dengan baik setiap hari.
Kalau sempat keliling aku ikut mendukung tante.”

“Bibi sudah lama menjual ini. Aku sering membelinya.”

“Mari kita pergi untuk membantu bibi.”

“Aku bersorak untuk bibi. Jika aku pergi, aku akan pergi untuk mendukung.”

Loading...

0 Response to "Kisah Pilu Nenek Buta Jualan Roti Sering Dibayar Pakai Uang Palsu, Dagangan Dicuri, Teganya!"

Posting Komentar

Loading...